Search This Blog

Translate

Thursday, March 29, 2018

Sejarah Universitas Indraprasta PGRI


Tahun 1971 didirikan Fakultas Ilmu Pendidikan Umum sebagai awal dalam menuju pembentukan IKIP PGRI Jakarta. Tahun 1982 berdasarkan peraturan dan atas persetujuan Kopertis Wilayah II, IKIP PGRI hasil penggabungan IKIP PGRI Jakarta dan IKIP PGRI Jaya diubah menjadi Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Jakarta di bawah pembinaan IPLP PGRI Pusat. Perubahan bentuk STKIP PGRI menjadi Unindra yang dirintis sejak Nopember 2002 akhirnya mendapat pengesahan dari Menteri Pendidikan Nasional RI melalui keputusan no : 142/D/O/2004 tanggal 6 September 2004. Universitas Indraprasta PGRI sendiri membawahi 3 (tiga) fakultas, yaitu :
1.    Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial (FIPPS)
a.    Bimbingan dan Konseling (S.Pd.)
b.    Pendidikan Ekonomi (S.Pd)
c.    Pendidikan IPS Sejarah (S.Pd)
2.    Fakultas Teknik, Matematika & IPA (FTMIPA)
a.    Pendidikan Matematika (S.Pd)
b.    Teknik Informatika (S.Kom)
c.    Teknik Industri (ST)
d.   Teknik Arsitektur (ST)
e.    Pendidikan Biologi (S.Pd)
f.     Pendidikan Fisika (S.Pd)
3.    Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
a.    Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S.Pd.)
b.    Pendidikan Bahasa Inggris (S.Pd)
c.    Desain Komunikasi Visual (S.Sn)
d.   Program Magister Pendidikan (M.Pd.)
e.    Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
f.     Program Studi Magister Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
g.    Program Studi Magister Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial
h.    Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris
Semua program studi yang diselenggarakan baik S1 maupu S2 telah terakreditasi atau mendapat ijin resmi dari Departemen Pendidikan Nasional (c.q. Dirjen Dikti Depdiknas) dan bahkan telah mendapat penilaian peringkat akreditasi dari BAN-PT (Badan Akreditasi nasional Perguruan Tinggi). Bahkan beberapa diantaranya mendapat penilaian peringkat akreditasi A (sangat baik), yaitu program studi: Pedidikan bahasa Inggris (S1), Pendidikan Matematika (S1), Pendidikan Ekonomi (S1) dan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia (S1).
Dalam rangka memberi peluang para guru atau karyawan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan ke jenjang sarjana, UNINDRA selain menyelenggarakan program perkuliahan reguler juga membuka program perkuliahan non-reguler. Waktu kegiatan program non-reguler dilakukan di luar jam kerja pada hari Senin sampai Minggu.
Tahun 1971 IKIP PGRI Jakarta berdiri di Jakarta Utara, sebgai cikal bakal pmbentukan Universitas Indraprasta PGRI. Ditahun 1974, IKIP PGRI Jaya berdiri di Jakarta Selatan dan bergabung dengan IKIP PGRI Jakarta dan membentuk STKIP PGRI Jakarta pada tahun 1982. STKIP PGRI Ciputat yang saat itu baru berdiri ditahun 1983 ikut bergabung dengan STKIP PGRI Jakarta.
Tepat pada tanggal 6 Sptember 2004, STKIP PGRI Jakarta berubah menjadi Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA). Tahun 2007, program pascasarjana Unindra dibuka dengan menyelenggarakan Pendidikan Strata 2 (Magister). Setelah diresmikan gedung dikampus A (Tanjung Barat)  yang mulai diresmikan pada tahun 2004, pada tahun 2012 ini diresmikan kampus B Unindra yang terletak di Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur.  Tahun 2018, Unindra berkembang menjadi 5 fakultas, yaitu :
1.    FIPPS ( Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial )
2.    FMIPA ( Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam )
3.    FTIK ( Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer )
4.    FBS ( Fakultas Bahasa dan Seni )
5.    FPS ( Fakultas Pascasarjana )

Visi Misi Universitas Indraprasta PGRI.
Visi
Pada tahun 2029, Universitas Indraprasta PGRI menjadi Excellent Teaching University di Indonesia yang bereran aktif dalam pengembangan sumber dya manusia profesionak yang peduli, kreatif, mandiri dan adaptif.
Misi
Menyelenggarakan Pendidikan dan pengajaran yang professional sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.
Mengembangkan sumber daya manusia yang beradab dan memiliki jiwa kewirausahaan.
Melaksanakan kegiatan penelitian dalam rangka pengembbangan IPTEKS.
Melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat memenuhi kepentingan masyarakat (stakeholders)

Wednesday, February 14, 2018

Makalah Manusia, Sains, Teknologi dan Seni

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan saat ini, tidak dapat dilepaskan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Semua orang dapat merasakan begitu banyak kemudahan yang dapat dinikmati akibat perkembangan teknologi. Orang dapat melakukan perjalanan jauh dalam waktu singkat dengan alat transportasi seperti pesawat terbang. Manusia dapat melakukan komunikasi dengan orang lain yang berada di kota atau negara lain dengan menggunakan telepon. Manusia juga dapat mengerjakan sesuat dengan ringan karena ditemukannya berbagai macam mesin yang meringankan pekerjaan manusia.
Adapun seni atau lebih khusus meninjau tentang senu rupa modern, umumnya hanya dinilai sebagai praksis filosofis yang justru identic dengan berbagai ketidakpastian, penafsiran personal dan subjektivitas. Pertentangan bipolar itu juga terkait dengan pandangan khalayak dimana satu sisi memahami teknologi sebagai perwuudan nyata dari cita-cita kemajuan peradaban modern secara kongkret, sehingga berdampak pada kehidupan manusia. Sementara di sisi lain, melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin, intuisi, dunia prareflektif manusia dan khasanah rasa yang tak terjamah.
Namun disamping banyaknya manfaat yang telah diperoleh manusia, disisi lain muncul pula dampak yang tak jarang dapat merugikan manusia dan sering pula terjadi penyalahgunaan manfaat dan fungsi kemajuan teknologi bagi kehidupan manusia. Walaupun sebenarnya dampak positif jauh lebih diharapkan untuk dapat mengiringi perkembangan jaman. Serta pemanfaatan kemajuan sains, teknologi, dan seni secara baik harus diterapkan sehingga dapat menjaga kelestarian budaya bangsa.
B.     Rumusan Masalah
1.    Apakah makna sains, teknologi, dan seni dalam kehidupan manusia ?
2.    Bagaimana peranan sains, teknologi, dan seni dalam kehidupan manusia ?
3.    Apakah dampak sains, teknologi, dan seni dalam kehidupan manusia ?
C.    Tujuan
1.      Mengetahui makna sains, teknologi dan seni dalam kehidupan manusia
2.      Mengetahui peran sains, teknologi, dan seni dalam kehidupan manusia
3.      Mengetahui dampak sains, teknologi dan seni dalam kehidupan manusia.






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Manusia, Sains, Teknologi dan Seni
1.    Manusia
Manusia merupakakn makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling sempurna karena manusia dibekali akal sekaligus nafsu. Meskipun manusia mempunyai nafsu tetapi yang paling berperan adalah akal. Akal ini bertujuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, akal juga sebagai alat untuk berfikir, berhitung, dan berkreasi sehingga kerja sama antara keduanya sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.
Pada hakekatnya manusia adalah makhluk monopluralis yaitu makhluk yang terdapat banyak keragaman dalam dirinya, tetapi keragaman tersebut hanya terdapat pada satu jiwa. Keragaman – keragaman manusia sebagai makhluk monopluralis tersebut diantaranya :
1.    Susunan kodrat
Susunan kodrat manusia adalah mempunyai dua dimensi yaitu :
a.    Jasmani
Sebagai bodi/badan atau rangka, yang terlihat oleh indera kita.
b.    Rohani
Ruh atau yang mengisi dan menjalankan badan tersebut. Dimana dalam dimensi rohani manusia terdapat cipta, rasa, dan karsa
2.    Sifat kodrat
Secara kodrati sifat kodrat manusia yaitu sebagai berikut :
a.    Makhluk individu
Manusia dikatakan sebgai makhluk individu karena setiap manusia tercipta denga kepribadian, keunikan, serta kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga setiap individu manusia berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing.
b.    Makhluk social
Manusia dikatakan sebagai makhluk social karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Setiap manusia saling membutuhkan untuk dapat melangsungkan hidupnya.





3.    Kedudukan kodrat
Dalam kodratnya manusia memiliki kedudukan sebagai :
a.    Makhluk pribadi
Sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai hak dan kewajiban. Dalam menjalankan hak dan kewajiban ini haruslah berlandaskan moral dan tanggung jawab sehingga dapat berjalan seimbang sebagai mana mestinya.
b.    Makhluk Tuhan
Sebagai makhluk tuhan manusia memiliki kewajiban beribadah kepada Allah SWT serta segala sesuatu tindakan manusia akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah. Selain mempunyai hakekat hidup, manusia juga memiliki sifat-sifat, diantaranya yaitu :
1)        Sebagai manusia yang berakal
2)        Sebagai makhluk yang berbahasa
3)        Sebgai makhluk yang beragama
Berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas maka dalam diri manusia selalu mempunyai pola pikir, pengharapan atau cita-cita serta kehendak untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik dari dalam kehidupannya dengan cara menciptakan sesuatu.
2.    Sains
Sains berkaitan dengan cara mencari tahutentang alam semesta secara sistematis, dan bukan hanya kumpulan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Menurut Medawar (1984) Sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata: sienz, cience, syence, scyence, scyense, scyens, scienc, sciens, scians.
Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Tetapi, tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains adalah ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya yang dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, sains adalah “Ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau buktikan kebenarannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (missal:fisika, kimia, biologi)”.
Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. Sains yang diartikan sebagai salah satu cabang ilmu yang mengkaji tentang sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum yang melandasi peradaban dunia modern. Sains merupakan satu proses unruk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakikat makhluk, untuk menerangkan hukum-hukum alam.
Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi landasan perkemabangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan kemanusiaan dan teknologi.
3.    Teknologi
Istilah teknologi barasal dari kata techne dan logia. Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah technikos yang berarti seseorang yang memilki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik.
Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai ”keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.” Pengertian teknologi secara umum adalah:
·      Proses yang meningkatkan nilai tambah
·      Produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja
·      Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan
Pada permulaan abad XX ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum dan merangkum suatu rangkaian sarana, proses dan ide di samping alat-alat dan mesin-mesin. Perluasan arti berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan teknologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani lingkungannya.
Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunanaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.


4.    Seni
Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk social.Sedangkan menurut Kamus B.Indonesia, seni adalah keahlian yang membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dll), seperti tari, lukis, ukir, dll.
Maka konsep pendidikan yang memerlukan ilmu dan seni adalah proses atau upaya sadar antara manusia dengan sesame secara beradab, di mana pihak kesatu secara terarah membimbing perkembangan kemampuan dan kepribadian pihak kedua secara manusiawi yaitu orang perorang. Oleh karena itu, budi bahasapun adalah suatu seni
B.     Pengaruh Saint, Teknologi, dan Seni Bagi Manusia
Pada hakekatnya manusia secara kodrati bersifat sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dikatakan sebagai makhluk individu karena setiap manusia berbeda-beda dengan manusia yang lain dalam hal kepribadian, pola pikir, kelebihan, kekurangan dan kreatifitas untuk mencapai cita-cita. Sehingga sebagai pribadi-pribadi yang khas tersebut manusia berusaha mengeluarkan segala potensi yang ada pada dirinya dengan cara menciptakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa bantuan orang lain. Potensi-potensi manusia sebagai makhluk individu dapat dituangkan dalam sebuah karya seni, sains, dan teknologi.
Baik sains, teknologi maupun seni dan hasil produknya dapat dirasakan disetiap aspek kehidupan manusia dan budayanya. Sehingga pengaruh sains, teknologi, seni bagi manusia dan budaya dalam masyarakat dapat berpengaruh baik secara negatif maupun secara positif
1.    Pengaruh positif
a.    Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (secara individu maupun kelompok) terhadap perkembangan ekonomi, politik, militer, dan pemikiran-pemikiran dalam bidang sosial budaya.
b.    Pemanfaatan sains, teknologi, dan seni secara tepat dapat lebih mempermudah proses pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
c.    Sains, teknologi dan seni dapat memberikan suatu inspirasi tentang perkembangan suatu kebudayaan yang ada di Indonesia. 
2.    Pengaruh negative
Selain untuk memberikan pengaruh positif sains, teknologi dan seni juga dapat memberikan pengaruh yang negatif bagi perubahan peradapan manusia dan budaya terutama bagi generasi muda. Selain itu sains, teknologi dan seni telah melunturkan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa dan tata krama sosial yang selama ini menjadi ciri khas dan kebanggaan. Serta yang terakhir pemanfaatan dari sains, teknologi, dan seni sering kali menimbulkan masalah baru dalam kehidupan manusia terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental dan budaya bangsa, seperti:

a.    Menipisnya lapisan ozon
b.    Terjadi polusi udara, air dan tanah
c.    Terjadi pemanasan global
d.   Rusaknya ekosistem laut
e.    Pergaulan dan seks bebas
f.     dan penyakit moral.
Oleh karena itu agar sains, teknologi dan seni dapat memberikan pengaruh yang positif bagi manusia dan budaya, maka sains, teknologi dan seni seharusnya mampu mengkolaborasikan antara nilai-nilai empiris dengan nilai-nilai moral dan menyesuaikan dengan nilai-nilai religius, keagamaan, dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi bagai pohon tanpa buah, sedangkan teknologi tanpa sains bagaikan pohon tak berakar. Sains hanya mengajarkan fakta dan non fakta pada manusia, ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Jadi fungsi sains hanya mengkoordinasikan semua pengalaman-pengalaman manusia dan menempatkannya kedalam suatu system yang logis, sedangkan fungsi seni memberi semacam persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. Sedangkan tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya.
1.    Teknologi bagi Perkembangan Sosial dan Ekonomi
Pentingnya teknologi bagi perkembangan sosial dan ekonomi tidak diragukan lagi. Namun upaya-upaya analitis dan pemahaman di bidang ini sangat jauh tertinggal dibandingkan dengan bidang-bidang lain. Hal ini untuk sebagian disebabkan kompleksitas proses perubahan teknologi serta kesulitan dalam menemukan pengukuran dan definisi yang tepat.
Munculnya industri-industri besar seperti baja dan kereta api pada abad 19, mobil, bahan-bahan sintetis dan elektronik pada abad 20, tergantung pada interaksi dari penemuan, inovasi, dan aktivitas kewirausahaan, yang digambarkan dengan tepat oleh Freeman sebagai sistem teknologi. Pada level ekonomi makro, model pertumbuhan neoklasik tradisional menganggap kemajuan teknologi sebagai bagian dari factor residu dalam menerangkan peningkatan output, setelah mempertimbangkan efek-efek perubahan dalam volume dari factor-faktor produksi. Residu ini biasanya besat dan secara implisit mempersatukan factor-faktor seperti pendidikan dari angkatan kerja dan keahlian manajemen yang memberi sumbangan bagi perbaikan efisiensi, sebagai pelengkap dari kemajuan teknologi.


2.    Manusia Sebagai Subyek dan Obyek Ipteks
Sumber ilmu adalah wahyu sedangkan akal merupakan instrument untuk menggali dan membuktikan kebenaran wahyu. Dengan potensi akal, manusia diberi kebebasan untuk memilih dan mengembangkan mana yang benar dan mana yang salah. Dengan potensinya, manusia dapat menggali rahasia alam semesta, yang hasil pengembangannya disebut sains, teknologi, dan seni. Atas dasar itu ilmu ada yang bersifat abadi (perennial knowledge) yang tingkat kebenarannya mutlak (absolute), karena bersumber dari Tuhan, dan ilmu yang bersifat perolehan (aquired knowledge) yang tingkat kebenarannya bersifat nisbi (relative) karena hanya penafsiran dan dugaan-dugaan sementara oleh manusia.
Manusia diciptakan sebagai subyek dan obyek IPTEKS. Manusia satu-satunya makhluk Tuhan yang mampu merangkaikan fenomena alam beserta prosesnya secara kreatif, sehingga menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemudahan dalam menjalani hidupnya.
3.    Krisis Dunia Modern
Menurut E.F Schumacher, dalam Kecil itu indah, dunia modern yang dibentuk oleh teknologi menghadapi tiga krisis sekaligus.
·      Sifat kemanusiaan berontak terhadap pola-pola politik, organisasi, danteknologi yang tidak berperikemanusiaan, yang terasa menyesakkan nafas dan melemahkan badan.
·      Lingkungan  hidup menderita dan menunjukkan tanda-tanda setengah binasa.
·      Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat dipulihkan, seperti bahan baker, fosil, sedemikian rupa sehingga akan terjadi kekurangan sumber daya alam tersebut.
4.    Fenomena Pengaruh IPTEK
a.    Situasi tertekan.
Manusia mengalami ketegangan akibat penyerangan teknik-teknik mekanisme teknik.Manusia melebur dengan mekanisme teknik, sehingga waktu manusia dan pekerjaannya mengalami pergeseran.
b.    Perubahan ruang dan lingkungan manusia.
Teknik telah mengubah lingkungan dan hakekat manusia.Contoh yang sederhana manusia dalam hal makan atau tidur tidak ditentukan lapar atau mengantuk, tetapi diatur oleh jam.
c.    Perubahan waktu dan gerak manusia
Akibat teknik manusia terlepas dari hakikat kehidupan.Sebelumnya waktu diatur dan diukur sesuai dengan kebutuhan dan peristiwa-peristiwa dalam hidup manusia, sifatnya alamiah dan kongkret.



d.   Terbentuknya masyarakat massa
Akibat teknik, manusia hanya membentuk masyarakat massa, artinya ada kesenjangan sebagai masyarakat kolektif. Hal ini dibuktikan bila ada perubahan norma dalam masyarakat maka akan muncul kegoncangan.
e.    Teknik-teknik manusiawi dalam arti ketat.
Teknik-teknik manusiawi harus memberikan kepada manusia suatu kehidupan manusia yang sehat dan seimbang, bebas dari tekanan-tekanan.
5.    Pengaruh IPTEK pada tatanan kehidupan masyarakat
Perkembangan IPTEK yang sedemikian pesatnya mampu menciptakan perubahan-perubahan yang mempengaruhi langsung pada tatanan kehidupan masyarakat, khususnya dalam empat bidang berikut :
a.    Perubahan dibidang intelektual
b.    Perubahan dalam organisasi-organisasi sosial yang mengarah pada kehidupan politik
c.    Perubahan dan benturan-benturan terhadap tata nilai dan tata lingkungannya
d.   Perubahan di bidang industri dan kemampuan di medan perang.
Dengan semakin meningkatnya teknologi, tempat proses perubahan itu tidak dapat dipandang normal lagi, dan tercapailah akselerasi ekstern maupun intern (psikologis) yang merupakan kekuatan sosial yang kurang mendalam dipahami.
6.    Dampak Penyalahgunaan Ipteks Bagi Kehidupan
Konsekwensi negative yang tidak diharapkan dari pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan reaksi romantis yang mengajak kembali kea lam yang berbeda. Sebuah restorasi atas kemurnian alam yang tidak terkontaminasi dan teralienasi oleh intervensi manusia. Semua sikap terhadap ala mini mewakili pola dominasi hirarkis dan penaklukan, dominasi melalui pemilikan dan control, ataupun melalui pencemaran nama baik, eksploitasi serta identitas dengan memelihara alam sebagai surga untuk banyak orang.
·      Reduksionisme
Ilmu pengetahuan yang modern memiliki dasar pijakan pada reduksionisme. Reduksionisme merupakan suatu keyakinan dalam ilmu pengetahuan yang mereduksi kemampuan manusia yang menolak kemungkinan adanya cara produksi pengetahuan lain maupun pengetahuan orang lain.
·      Rekayasa Teknologi
Penerapan IPTEK dalam rekayasa pertanian berupa revolusi hijau, rekayasa kelautan berupa revolusi biru, industrialisasi, merupakan bukti kemampuan manusia dalam mengembangkan daya dukung lingkungan alam.



·      Dilema determinisme.
Bagi para praktisi teknologi, fungsi teknologi tidak perlu dipertanyakan lagi.Teknologi diciptakan untuk membantu mengatasi keterbatasan fisik manusia.Dia berperan sebagai media untuk mencapai kepuasaan material.
·      Fenomenologi teknologi
Fenomenologi adalah kendaraan untuk mencari jawabannya.Studi fenomenologi teknologi mengeksplorasi pengalaman manusia dan secara spesifik menjelaskan bagaimana struktur pengalaman yang bersifat multidimensi tersebut tersusun.
·      Bentukan sosial teknologi
Prinsip-prinsip dalam fenomenologi teknologi tidak menjadi barang eksklusif dalam studi filsafat.Jika kita menilik secara saksama, fenomenologi menjadi dasar metodologi studi sosial teknologi, khususnya sosiologi teknologi dalam memahami relasi antara teknologi dan masyarakat.
·      Kekuasaan dalam konfigurasi
Relasi kekuasaan dan teknologi adalah sebuah tema besar dalam studi sosial teknologi. Setidaknya tiga kasus menarik bisa kita amati dalam domain ini untuk melihat bagaimana kekuasaan dan teknologi saling bereproduksi satu sama lain.
·      Budaya dan teknologi
Mendekati kekuasaan melalui budaya dalam teknologi mengantarkan kita ke konsep konstruksi budaya. Konstruksi budaya tersusun melalui proses interpretasi-reinterpretasi dan produksi-reproduksi simbol, identitas, dan makna di dalam masyarakat. Aliran dari keluaran proses ini lalu ditransformasikan ke dalam artefak teknologi















BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Sains, teknologi, dan seni dapat memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan umat manusia, tidak hanya dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya tetapi juga pengaruh positif dan negatif terhadap peradapan umat manusia. Pengaruh tersebut diantaranya sebagai berikut:
1.    Pengaruh positif
a)    Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (dalam segala aspek kehidupan)
b)   Pemanfaatan yang tepat dan lebih mudah dalam memecahkan masalah yang sedang dihadapi manusia.
c)    Dapat memberikan pelayanan pada masyarakat
d)   Dapat memudahkan pekerjaan manusia.
2.    Pengaruh negative
a)    Dapat merusak mental manusia khususnya generasi muda
b)   Dapat merubah gaya hidup manusia dalam hal berfikir, berpakaian, dan bergaul
c)    Dapat menimbulkan kerusakan hidup seperti: pemanasan global, polusi udara, air, dan tanah.
Oleh karena itu dalam pemanfaatan sains, teknologi, dan seni haruslah di dasari dengan sikap tanggung jawab dan moral yang tinggi supaya dapat menetralkan pengaruh negatif dan meningkatkan pengaruh positif dari dampak sains, teknologi dan seni itu sendiri. Dengan cara mengkolaborasikan antara yang empiris dengan nilai-nilai keagamaan.
B.     SARAN

Sebaiknya umat manusia tidak hanya mendalami pengetahuannya tentang sains, teknologi dan seni saja, tetapi juga harus mendalami nilai-nilai religius, keagamaan untuk menetralisir pengaruh buruk dari sains, teknologi, dan seni untuk mendapatkan kesejahteraan hidup yang lebih baik lagi.

Pengikut